SUARA INDONESIA
Banner

Warga Kembali Tegur PT. Medco Terkait Dugaan Pencemaran Sungai

ACEH TIMUR - Warga Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Aceh Timur. Memasang Spanduk teguran sebagai aksi lanjutan terhadap penolakan pembuangan limbah cair PT. Medco E&P ke sungai setempat. Senin, (9/11/2020).

Spanduk berukuran 120 x 70 cm bertuliasan "Medco Jangan Rusak Alam Kami" itu dipasang dipersimpangan jalan menuju lokasi Eksploitasi Minyak dan Gas bumi tersebut.

Teungku Muhammad Nur mengatakan, spanduk itu dipasang sebagai upaya teguran kepada PT. Medco E&P Malaka, juga sebagai ungkapan kekecewaan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, karena dianggap lamban menangani keluh-kesah warga terkait dugaan limbah yang dibuang perusahaan melalui aliran sungai.

"Permintaan kami jelas, PT. Medco E&P harus menutup total pembuangan limbah mereka ke sungai," ungkapnya

Selain itu, Tgk. Muhammad Nur mengingatkan bahwa Perusahaan berjanji akan memberi keterangan terkait dugaan limbah tersebut esok hari (10/11) seperti yang dijanjikan humas PT. Medco kepada masyarakat pada aksi (27/10) lalu.

"Seperti apa tanggapan PT. Medco terhadap tuntutan masyarakat, kita lihat besok karena jatuh tempo esok hari," ungkapnya.

Sementara terkait tanggapan Pemerintah Aceh Timur, ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang sudah turun kelokasi sungai beberapa waktu lalu, justru mengecewakan warga setempat.

"Dinas DLHK Aceh Timur sangat lambat dalam menindak lanjuti keluhan warga terkait dugaan pencemaran sungai akibat limbah, warna air sungai pertama kali berubah itu hari saptu (24/10) dan kami melakukan aksi pada hari senin (27/10) sedangkan dinas LHK turun kelokasi untuk mengambil sampel airn sungai pada hari kamis (6/11) yang lalu," ungkap Muhammad Nur, Kecewa.

Pada kesempatan itu, Muhammad Nur berharap agar ada lembaga penelitian independen terkait dugaan limbah ini, karena warga sudah tidak percaya terkait hasil penelitian nantinya.

“Sudah berselang semingguan Dinas LHK baru turun, dan hujan deras sudah beberapa kali turun di wilayah Julok. Jadi, ya kami sebagai warga yang awam, melihat warna air sungai juga sudah berubah kecoklatan karena hujan, pastinya air yang sebelumnya diduga tercemar limbah kemarin sudah entah kemana." Pungkas Muhammad Nur. (Zul)

Apa Reaksi Anda?