SUARA INDONESIA
Banner

Diduga Cemari Sungai, Warga Blokir Akses Jalan Ke-PT. Medco E&P Malaka

ACEH TIMUR - Warga Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Aceh Timur, memblokir jalan ke - PT Medco E&P Malaka pada Senin,( 26/10/2020) mulai pukul 09:10 - 14:30 WIB. 

Pemblokiran jalan tersebut merupakan bentuk kekesalan warga setempat, karena aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan mereka diduga tercemari limbah cair Perusahaan migas tersebut.

Tgk. Muhammad Nur, salah satu warga setempat mengaku kecewa kepada manajemen PT Medco yang tidak menggubris peringatan masyarakat setempat, untuk tidak mencemari sungai dengan limbah cair perusahaan.

Air sungai yang biasanya digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, seperti keperluan mandi, mencuci dan kebutuhan lainnya, kini tidak berani lagi dimanfaatkan. Air sungai tersebut sudah berubah warna, tidak seperti biasanya meskipun musim hujan.

“Warna airnya sudah hijau, dan warga tidak berani menggunakan air sungai itu meskipun untuk kebutuhan mandi,” katanya sebagai perwakilan masyarakat.

Dalam aksi itu, warga juga meminta kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Aceh Timur untuk cek kelokasi, sehingga masyarakat tidak merasa was-was terhadap kondisi air sungai.

“Kalau betul air sungai tercemari oleh limbah PT. Medco, Pemerintah Aceh Timur harus segera mengambil tindakan, jangan sampai m Pemerintah terkesan tutup mata terhadap kondisi yang dialami rakyatnya,” tambahnya.

Tgk. Saiful juga menjelaskan bahwa, ini merupakan aksi pemblokiran jalan yang keempat kalinya, dengan tujuan PT. Medco mendengar keluhan yang dialami Masyarakat lingkar tambang.

Tuntutan kami terhadap PT. Medco agar segera menutup total jalur pembuangan limbah melalui aliran sungai itu. Dan Kami, meminta PT Medco terbuka terkait pencemaran limbah ini," pungkasnya.

Sementara pihak PT. Medco, melalui Humasnya yang saat itu berada dilokasi mengakatan bahwa saat itu pihak perusahaan tidak bisa mengambil keputusan tentang hal tersebut tanpa melakukan koordinasi dengan manajemen.

“Jadi tolong berikan waktu untuk kami agar terkait tuntutan masyarakat ini, dan kami pihak perusahaan akan memberikan jawaban nanti di tanggal 10 November 2020," tutup Humas yang tidak diketahui namanya itu. (Zul).

Apa Reaksi Anda?