SUARA INDONESIA
Banner

Masyarakat Aceh Sangat Diuntungkan Pemasangan Stiker BBM Subsidi

LHOKSEUMAWE – Masyarakat Aceh sangat di untungkan dengan pemasangan stiker BBM bersubsidi pada mobil bahan bakar minyak jenis premium dan solar bersubsidi yang digagas oleh Pemerintah Aceh bersama PT. Pertamina (Persero). 

Stiker tersebut dipasangkan secara permanen di kaca depan mobil, bertuliskan Bukan Untuk Masyarakat Yang Pura-pura Tidak Mampu, untuk kendaraan yang memakai premium. Sedangkan mobil memakai solar ditempeli stiker bertuliskan Subsidi Untuk Rakyat, Bukan Untuk Para Penimbun Yang Jahat.

Dengan pemasangan stiker di kendaraan bermotor itu, masyarakat berhak menggunakan BBM bersubsidi, sehingga masyarakat yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi tidak kehilangan haknya.

Surat Edaran Gubernur Provinsi Aceh nomor 540/9186 tahun 2020 Program Stikering pada kenderaan roda empat sebagai strategi untuk penyaluran jenis bahan bakar minyak tertentu dan jenis bahan bakar minyak khusus penugasan (JBKP) yang tepat sasaran.

Namun, surat edaran Gubernur Aceh itu muncul berbagai polemik, sehingga surat edaran tersebut di cabut, hal itu atas permintaan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Akan tetapi dengan adanya stiker itu masyarakat yang membutuhkan BBM subsidi dapat menikmatinya.

Seperti yang dirasakan oleh para sopir angkutan umum jenis Minibus Hiace dan L300 maupun sejenisnya, mereka mengakui sejak adanya program penempelan stiker tersebut mereka lebih mudah mendapatkan BBM subsidi.

Salah seorang sopir Minibus Hiace Jamal (45) yang di temui media ini di terminal Kuede Aceh, Lhokseumawe, Minggu (20/10/2020) mengatakan, program penempelan stiker sangat membantu pihaknya untuk mendapatkan bahan bakar terutama solar subsidi.

“Selama di berlakukannya penempelan stiker, sopir angkutan umum lebih mudah mendapatkan solar di SPBU. Sebelumnya, para sopir angkutan umum untuk mendapatkan BBM solar subsidi harus rela antri berjam-jam di stasiun pengisian bahan bakar. Tetapi sekarang sangat mudah mendapat solar tanpa harus antri lama,” Katanya.

Kemudian hal itu juga di akui oleh sejumlah para sopir lainnya Muhammad (52 tahun) dirinya sangat terbantu dengan adanya stiker tersebut. Sejak di berlakukannya penempelan stiker, para sopir L300 juga mendapatkan pelayanan maksimal di SPBU.

“Sekarang untuk mendapat BBM solar subsidi khusus yang ada stiker di kenderaannya. Petugas di SPBU tidak melayani yang tidak ada stiker. Jadi, kami masyarakat menengah kebawah merasakan dilayani dengan baik,” ungkapnya

Hal yang sama juga dirasakan, oleh pemilik mobil pribadi Erizal (37 Tahun) yang ditemui di SPBU Sofyan Hasan Lhokseumawe mengatakan, penempelan stiker BBM premium dan solar subsidi sangat membantu masyarakat yang ekonominya menengah kebawah. Ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam membantu dan dinilai program pro rakyat.

“Kami sangat senang program yang dikeluarkan pemerintah terkait penempelan stiker tersebut. Sehingga penyaluran BBM premium dan solar subsidi bisa tepat sasaran,” sebutnya .

Kemudian ia mengatakan, dengan adanya stiker tersebut masyarakat tidak perlu mengantri panjang untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Dirinya juga mengharapkan kepada pemerintah Aceh terkait penempelan stiker BBM premium dan solar subsidi tepat sasaran, agar tidak mempengaruhi kenaikan tarif transportasi angkutan kota antar dalam provinsi Aceh maupun luar provinsi.

“Programnya sudah bagus, tapi pengawasan dan pembatasan yang harus diawasi, jangan mobil mewah juga diberikan stiker dan mendapatkan BBM premium dan solar subsidi seperti yang kita lihat di media sosial,” ungkapnya.

Pantauan media ini sejak diberlakukannya program stickering, antrian panjang relatif sudah tidak terjadi lagi dihampir semua SPBU di seluruh Aceh, sehingga aktifitas masyarakat di sekitar SPBU kembali normal. (Mulyadi).

Apa Reaksi Anda?