SUARA INDONESIA
Banner

Akibat Cemburu, Pemuda Ulee Jalan Lhokseumawe Tusuk Teman Pacar Hingga Kritis

LHOKSEUMAWE – Akibat tersulut api cemburu, pemuda bernisial BK (19 tahun) warga asal Ulee Jalan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe melakukan penganiayaan terhadap teman pacar hingga kritis.

Korban bernama Ridha Kurniawan (16 tahun) warga desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, mengalami luka berat dan harus mendapat 13 jahitan di dada, punggung, paha sebelah kiri dan tangan. Sampai saat ini, korban masih menjalani perawatan di RS TNI AD Kota Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH, Senin (1/2/2021) mengatakan, perkara dugaan tindak pidana penganiayaan berat tersebut terungkap setelah korban membuat laporan kepada pihak kepolisian.

Kepolres menjelaskan kronologis kejadian, awalnya tersangka menghubungi korban pada, Kamis (28/1/2021) sekitar pukul 14.00 WIB. Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Dusun Lamkuta, Desa Ulee Jalan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Kemudian, tersangka menanyakan tentang hubungan korban dengan pacarnya, tersangka cemburu terhadap kedekatan pacar tersangka dengan korban. Tersangka mencurigal antara korban dan pacar tersangka ada hubungan spesial, sehingga membuat tersangka marah.

“Pada saat dihubungi tersangka, korban meminta untuk bertemu dan menjelaskan mengenai persoalan kesalahpahaman dimaksud. Sebab, antara korban dan pacar tersangka hanya sebatas teman biasa dan tidak ada hubungan apa-apa,” jelasnya.

Kemudian tersangka mengirim lokasi keberadaannya kepada korban, lalu korban langsung menuju tempat tersangka bersama dengan seorang temannya yang bernama MF, setiba di lokasi terjadi cek cok mulut sehingga terjadi saling dorong mendorong dan selanjutnya tersangka langsung mengambil sebilah pisau kerambit warna hitam dari kantong bajunya yang telah disiapkan oleh pelaku.

Selanjutnya, dalam aksi saling dorong korban dan tersangka jatuh ke tanah. Kemudian, tersangka langsung melakukan penusukan beberapa kali terhadap korban yang mengenai bagian dada, paha kiri dan di bagian tangan dan punggung korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka berat dan harus mendapat 13 jahitan di dada, punggung, paha sebelah kiri dan tangan.

Barang bukti yang diamankan berupa satu buah pisau kerambit warna hitam. Atas perbuatannya, tersangka terjerat pasal 354 ayat 1 pasal 351 ayat 1 KUHP pidana pasal 80 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, terancam hukuman maksimal delapan tahun penjara. (Mulyadi).

Apa Reaksi Anda?